Ingat Tujuan dalam Bermimpi
Kenyataan hari ini adalah mimpi kemarin, mimpi hari ini adalah kenyatan esok hari. Kemarin adalah masa lalu, hari ini adalah kenyataan, dan esok adalah masa depan. Karena dari mimpi akan mewujudkan kenyataan yang sebebnarnya. Bermimpi sebelum menjadi pengusha, bermimpi sebelum menjadi pengacara hebat, bermimpi sebelum menjadi penulis terkenal.
Jangan takut untuk bercita-cita, janganlah membayangkan kengerian dari akibat memiliki cit-cita. Janganlah mundur dulu sebelum anda berangan-angan tentang apa yang anda inginkan dalam hidup anda. Cita-cita membuktikan bahwa anda mempunyai misi. Bahwa anda terobsesi untuk mewujudkan visi anda. Belum juga anda memanjat pohon, tapi anda sudah berpikir bahwa anda akan jatuh. Buang jauh-jauh pikiran tersebut. Tak perlu ragu dan takut untuk bercita-cita.
Banyak orang yang tidak berani memiliki cita-cita karena ia takut untuk mencapainya. Ia tidak mau memikirkan apa keinginanya karena di awal rasa khawatir itu sudah mengganggunya. Jadi memang untuk melangkah saja dirinya sudah amat berat dan kepayahan. Namun, kalau begini keadaannya, ia akan sulit mencapai kesuksesan. Bagaimana ia akan sukses kalau berangan-angan atau bercita-cita ia tidak bisa? Ini baru rencana Loh.....
Tidak adanya cita-cita, membuktikan bahwa seseorang belum melewati tahap ke-0 dalam pencapaian sukses. Padahal, jika sedikit saja ia bisa meluangkan waktu untuk berpikir, sebenarnya tidak ada masalah. Atau, barangkali ia selalu mencar-cari alasan agar ketakutannya itu bisa dipelihara? Atau dia sudah merasa nyaman?
Padahal, cita-cita itu adalah pintu, yang akan membukakan jalan menuju kesuksesan dan kebahagian kepada tempat tertentu. Maka, kita pun memiliki cita-cita sebagai salah satu pintu yang akan mengarahkan kita kepada tujuan. Aapa tujuannya? Itu tadi. Sukses, bahagia, tercukupi, atau apa saja. Dan hanya melewati pintu inilah, yang pertama kita akan mengantarkan kita menuju jalan-jalan yang terang dan nyata.
Cita-cita merupakan obat dari segala kekurangan yang dimiliki. Cita-cita juga meruapakan obat dari kelemahan. Ia akan menjadi obat penghilang kesedihan dan kemalasan anda untuk bergerak. Jika anda lebih suka diam, tidak melakukan cita-cita. Maka, bercita-citalah, agar semua penyakit di diri anda sembuh dan tidak menghinggapi anda lagi. Cita-cita salah satu kemuliaan seseorang, sudah fitrahnya manusia memiliki keinginan untuk berbuat baik. Maka hendaknya cita-cita yang dimilikinya mengandung energi kebaikan yang bisa dirasakan manfaatnya untuk banyak orang. Ia tidak mengutamakan prestise atau gengsi. Ia mengambil cita-cita mulia sehingga kemulianpun menyertai dirinya. Cita-cita adalah harapan, saat cita-cita sudah tertanam, saat itu pula ada harapan yang tertanam. Ia bisa disiram dipupuk dengan cara-cara yang kita kuasai. Harapan tersebut terus bersemayam dan membuat jiwa kita hidup. Bukan kepasrahan saja, bukan pengharapan yang kosong. Selagi ada impian yang membayangi otak dan hati kita, maka selama itulah kita memiliki harapan untuk memperoleh sesuatu.
Manusiawi jika seseorang memiliki keinginan untuk melakukan ini dan itu. Ingin merasakan sensasi menyenangkan hidup di dunia, ingin memenuhi segala nafsu yang diinginkan. Termasuk nafsu makan dan minum, memiliki kecenderungan terhadap lawan jenis sampai ke tahap berhubungan bdan, atau tentang nafsu yang berhubungan dengan emosi. Ini adalah sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan kita.
Siapa yang tidak ingin selalu disayang dengan orang-orang terkasih, memperoleh cinta dan perhatian yang setulusnya? Siapa juga yang tidak ingin segala sesuatu yang diinginkann cepat terwujud. Namun, apakah itu yang menjadi tujuan kita hidup? Tentu saja masih banyak manusia yang rela melakukan segala macam cara agar nafsu dan keinginannya terpenuhi. Ia tidak memperhatikan norma-norma agama maupuan norma-norma dalam masyarakat, apa lagi memperhatikan kepentingan orang banyak.
Bersiaplah menjadi sosok yang berbeda, setelah yakin dengan cita-cita anda, jangan takut lagi memiliki impian mau tak mau anda akan dihadapkan dengan sebuah tantangan yang akan menguji diri anda. Mengapa? karena idealisme pada diri anda dapat jadi akan menjadikan banyak pro dan kontra.
Saat orang lain mendukung cita-cita anda, saat orang lain ikut setuju dengan langkah-langkah yang anda lakukan, jelas hal tersebut akan membuat anda makin percaya diri melakukan semuanya. Dengan langkah yang ringan anda akan mengambil lompatan-lompatan yang akan membuat anda makin maju dan bisa berkontribusi banyak pada masyarakat, dan anda sukses meraih semua yang anda inginkan.
Namun jika yang terjadi sebaliknya, maka akan ada gesekan yang terjadi di hati anda, baik anda tipe orang yang sensitif atau bukan. Kerena konon, tipe orang sensitif akan cenderung terganggi pikirannya mana kala ada ucapan atau tingkah laku seseorang yang menyinggung dirinya. Baik secara langsung maupun tidak. Tetapi, mengenai sebuah ide dan gagasan, orang tentu lebih suka dihargai dari pada diremehkan. Bagi mereka yang cuek sekali, sesekali akan ada sensitifikasi yang muncul pada dirinya seolah ia tak rela kalau idenya tidak disetujui.
Saat ini, masih banyak orang-orang yang belum mengutamakan nilai kebaikan di atas segalanya. Mereka lebih memilih menjadi pengikut, seperti bebek. Kemana jaman sekarang berkembang dan sesuai negara mana ia berarah, maka mereka akan mengikuti jaman tanpa tahu apakah hal tersebut berdasarkan kebaikan atau tidak. Bukankah budaya negara lain belum tentu cocok untuk diterapkan di Indonesia? Namun, mengapa masih banyak juga yang mengikuti budaya luar negeri yang jauh dari kebiasaan orang Timur?
Yang terpenting dalam memilah-milah budaya dari luar adalah tentang konsep dan pemikiran
Komentar
Posting Komentar