Bertahan pada apa yang kamu inginkan terjadi seperti caramu, sama artinya kamu bertahan pada ketakutan bahwa segala sesuatunya tidak akan berubah seperti itu. kamu harus melepaskan ekspektasi atau keinginan dan belajar menerima serta memercayai diri sendiri, serta kenyataan yang terjadi saat ini.
Setelah itu, berhentilah mencoba memiliki kendali atas orang lain dan atas kehidupan secara umum. Kita terkadang menjadi korban ilusi bahwa kita memiliki kendali, tetapi sebenarnya tidak begitu. Lepaskan dan terimalah bahwa kita tidak bisa mengendalikan orang lain atau sebagian besar apa yang terjadi di sekitar kita.
Semuanya tidak kekal, dan fakta ini cukup menakutkan. Memikirkannya menimbulkan ketakutan dalam diri kita. Jadi, ketika kita dihadapkan dengan perubahan, ketidak kekalan, dan kehilangan, kita merespons dengan menafikan semua itu. Kita tetap berusaha untuk mendapatkan atau menggunakan kendali atas berbagai hal. Padahal menerima bahwa perubahan adalah sifat kehidupan sehingga kita tidak bisa mengubahnya akan membawa kita pada kedamaian. Melawan fakta ini hanya akan membuat kita menderita.
Melepaskan atau mengikhlaskan terdengar sangat sederhana, tetapi sebenarnya tidak begitu. Masalah dan pola yang telah kita bahas ini bisa saja sudah terjadi begitu lama dalam diri kita. Kita cenderung mengulangi, sebab dengan begitu kita merasa seperti sedang melindungi diri sendiri.
Kita perlu melepaskan apa pun yang tidak bermanfaat bagi kita dengan cara yang bermanfaat dan positif. Biasanya, itu adalah emosi-emosi dan peristiwa dari masa lalu yang belum mencapai kesimpulan memuaskan menurut pendapat kita. Percaya atau tidak, itu sering menjadi bagian dari kehidupan. Itu terjadi pada sebagian besar dari kita dan tidak apa-apa. Tidak perlu malu karena tidak tahu dan tidak yakin akan masa depan, masalah-masalah kita akan menemukan penyelesain dan akhirnya kita bisa move on. Namun, bagaimana jika kita terjebak dan tidak bisa move on?.
Ada kalanyanya kita hanya tidak bisa maju. Ada kalanya kita terus berada dalam keadaan ruminasi dan terobsesi tentang masa lalu, tentang apa yang telah terjadi, tentang kesempatan yang berlalu, tentang orang yang kita cintai tetapi tidak membalas dengan cinta yang sama, tentang hubungan sulit yang terus menantang integritas dan kesehatan kita. semua harapan dan impian yang kita inginkan tetapi tidak terjadi kita tidak bisa melepaskannya, kita tetap terjebak dalam emosi saat itu, mengulangi rasa sakit, rasa bersalah, rasa malu, rasa kehilangan, dan seterusanya, lagi dan lagi.
Dengan melepaskan, kita akan membebaskan diri. Melepaskan bukan membuang, melepaskan berarti membiarkan, ketika kita membiarkan dengan belas kasih, segala sesuatunya akan datang dan pergi dengan sendirinya. Tekadang orang berhasil melepaskan bukan karena rasa ikhlas namun karena keterpaksaan yang harus ia lakukan untuk tidak terus menerus menyakiti dirinya sendiri. Melepaskan bukanlah hal yang mudah, melepaskan juga bukan hal yang sangat sulit jika kita tau cara menyayangi diri kita sendiri. Bertahan untuk sesuatu yang bahkan kita tidak tahu apa yang akan terjadi setelahnya.
Bertahan pada rasa sakit tidak akan memperbaiki apapun memutar ulang masa lalu berulang kali tidak akan mengubah apa pun, dan berharap hal-hal yang telah berlalu bisa terjadi secara berbeda adalah tidak mungkin. Dalam beberpa kasus, terutama bila menyangkut masa lalu, yang dapat kita lakukan hanyalah menerima apa pun yang telah terjadi, dan kemudian melepaskannya. Begitulah segalanya akan berubah.
Kamu harus melepaskan apa yang meyakitimu, bahkan jika itu rasanya mustahil. Kita mungkin akan menyadari bahwa kita tidak seperti yang orang lain katakan. Kita bukanlah rasa sakit yang kita rasakan, bukan masa lalu kita, atau emosi-emosi kita. Pikiran-pikiran negatif tentang diri sendiri dan pembicaraan menyakitkan kita mengenai diri sendiri adalah yang menghalangi keinginan kita yang sebenarnya.
Mampu melepaskan membutuhkan rasa diri yang kuat, yang memberi kita kemampuan untuk belajar dan bertumbuh dari pengalaman.
Komentar
Posting Komentar