Pernahkah kamu membayangkan seseorang yang saat ini bersamu hanya orang yang menemani sesaat? adakah rasa kekhawatiran yang terlintas dibenakmu? Tentu saja itu ada dalam setiap benak seseorang yang sedang menjalani sebuah romansa.
Kenal, Ketemu, NIKAH ~
Tiga kata tapi tak semudah dalam pengucapannya. setiap orang yang memiliki hubungan atau yang sedang menjalankan hubungan ingin rasanya memiliki hubungan yang endingnya sesuai dengan rencana awal, terkadang hubungan yang telah dijalakan dengan waktu yang lama tidak menutup kemungkinan akan berakhir di tengah-tengah perjalanan, banyak banget dramanya, entah si ceweknya yang berulah atau sebaliknya.
Capek gak sih harus kenal orang baru lagi, harus cerita gimana diri kita keorang baru lagi, bahkan kadang mikir diwaktu yang sekadang itu bukan waktunmya untuk main-main lagi dalam hubungan, tapi kadang juga berfikir masa iya dengan sekejap kita menjalani hubungan setelah itu kejenjang yang lebih serius, kadang mikir ini yang salah di akunya atau akunya yang salah ketemu dengan lawan jenisnya, Lucu iya..... Ini prihal menentukan seseorang yang ingin kita ajak untuk meneruskan cerita selanjutnya dalam hidup dalam versi bersama dengan orang kita percaya, makin kesini makin banyak banget yang harus dipertimbangkan, entah itu perihal sifatnya, pekerjaannya ataupun pendidikannya.
Seselektif itu ya? Betul banget kadang orang yang melihat aku dengan versi yang sekarang itu ngerasa pilih-pilih banget dalam prihal menentukan pasangan, Pengalaman, iya pengalaman mengajarkan aku bagaimana untuk lebih selektif lagi dalam memilih pasangan, aku yang tipe susah untuk buka hati keorang ditambah banyak pengalaman yang bisa dikatakan pengalaman yang gak enak jadi banyak banget pertimbangannya.
Jika kamu pernah ada dipase punya hubungan yang sampai tahap mengenal orang tua, sampai ke keluarga besar dan tidak berakhir dipernikahan itu sih perlu waktu bertahun-tahun untuk meyakinkan diri sendiri jika kisahnya sudah selesai, orang yang pernah memiliki hubungan seperti itu tiba-tiba tidak butuh waktu lama dia sudah memiliki orang baru yakin deh tu orang cuma jadi pelampiasan dan akan ada wktunya tu orang bakalan ditinggal dengan alasan yang bahkan gak masuk akal.
Orang yang punya trauma dalam hubungan gak mudah untuk dia buka hati lagi, karena setiap detail baik itu tempat yang pernah mereka kunjungi, makanan favorit mantannya dan bahkan aroma khas dari mantannya gak mudah untuk hilang gitu aja. Jadi bener-bener butuh waktu untuk seseorang menyembuhkan lukanya dia tidak ingin meyakiti orang lain tapi disisi lain dia ingin memiliki pasangan untuk ngebantu dia untuk sembuh dari masa lalunya.
Orang yang ngejalanin hubungan dengan orang yang pernah memiliki trauma dalam hubungan kemungkinannanya ada dua Lanjut atau Hanya menjadi pelampiasan, gak semua sih yang ingin menjadikan mereka pelampiasan hanya saja mereka yang memiliki rasa trauma sebenarnya ingin menyembuhkan rasa takut yang ada pada diri mereka sendiri dan mereka ingin memiliki pembantu untuk bisa bangun dalam trauma itu. Kenapa hanya menjadi pelampiasan karena dari si dia belum siap untuk mengikhlaskan apa yang telah terjadi dan masih membandingkan masa lalunya dengan yang saat ini dengannya.
Jadi kalau ngerasa kamu belum siap untuk menerima apa yang telah terjadi dan masih ingin ngerasa kembali dengan pasangan masa lalumu jangan jadikan orang lain sebagai pelampiasan untuk menemanimu sesaat kamu jahat, kamu bisa bersikap manis yang seolah-olah kamu membuka hati untuknya namun pada kenyataannya kamu tak menginginkannya kamu hanya menganggap dia obat yang setelah kamu ngerasa sembuh kamu mencukupinya begitu aja tanpa ada kata terimakasih atau penjelasan.
Ketika kita suadah berusaha memberikan yang terbaik. namun tidak dengan apa yang dia usahakan untuk kita. Les't follow the game. makanya penting untuk kita sadar posisi untuk tidak mudah dikemudikan, penting juga buat bisa manifesting kapan harus mengejar dan kapan harus istirahat. Coba deh buat nge-distraction diri sendiri biar fokusnya bukan cuma kesitu. Turunin kadar effort dan berharapnya. Ubah fokus mengejar orangnya jadi fokus ke diri sendiri. Jika kamu ngerasa telah memiliki Value yang harusnya dia bangga sama diri kamu, She will come to you! kalau memang tidak, minimal kamu tidak kehilangan fokus kediri sendiri and thats fine biarkan itu jadi asing dengan sendirinya. ~_~
Komentar
Posting Komentar