GENERASI ULUL ALBAB

 

    ULUL ALBAB secara bahasa berasal dari dua kata ulu dan  al-albab. Ulu berarti yang mempunyai, sedangkan al albab mempunyai beragam arti. Dalam terjemahan Indonesia, arti yang paling sering digunakan adalah akal. Ulul albab sering disartikan dengan yang mempunyai akal atau orang yang berakal. Ulul albab memiliki beberapa arti yang dikaitkan pikiran (mind), perasaan (heart), daya pikir (intellect), tilikan (insight), pemahaman (understanding), kebijaksanaan (windom).

    Dalam al-Qur'an kata Ulul Albab diterjemahkan dengan orang yang berakal., karena mereka adalah orang yang menggunakan akalnya dan akal adalah yang menjadi pengikat bagi manusia agar dia tidak melakukan tindakan yang melanggar aturan atau tindakan memalukan.

    Siapakah  Ulul Albab? dalam al-Qur'an Allah menyebutkan sebanyak 16 kali kata Ulul Albab. dan dapat disimpulkan, hakekat Ulul Albab adalah orang yang menggunakan akalnya untuk mengenal siapakah Allah, bagaimana keagungan-Nya, bagaimana kebijaksanaan-Nya, dan keadilan-Nya, dengan melihat ayat-ayat Allah. Baik ayat kauniyah (ciptaan-Nya) maupun ayat Syariyah (hukum Allah). sehingga dia akan semakin tunduk dan taat kepada Allah.

    Sementara orang yang menggunakan logikanya untuk mengakali syariat, yang justru membuat dia semakin jauh dari aturan, semakin liberal, mereka bukan Ulul Albab. Karena ada yang cacat pada logikanya. Demikian, Allahu Alam.

    Ulul Albab adalah orang yang mampu menggunakan akal sehatnya. Dalam pengertian yang lebih luas, Ulul Albab meruapakan sebuatan bagi orang yang selalu menggunakan akal sehatnya untuk senantiasa beriman kepada Allah Swt. Orang yang berakal sehat seharusnya bisa hidup rukun berdampingan dengan Ulul Albab

                                                                                كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ مُبٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوْٓا اٰيٰتِهٖ وَلِيَتَذَكَّرَ اُولُوا الْاَلْبَابِ

" kitab Al-Qur'an yang kami turunkan kepadamu penuh berkah agar mereka menghayati ayat-ayatnya dan agar orang-orang yang berakal sehat mendapat pelajaran." (QS. Sad Ayat 29).

    semoga kita termasuk Ulul Albab yang berakal dan menggunakan Al-Qur'an sebagai petunjuk.

SIFAT GENERASI ULUL ALBAB ulul Albab atau mereka yang mempunyai akal dan kecerdasan hati adalah mereka yang mempunyai sifat-sifat berikut:

1.    Memenuhi janji Allah untuk melaksanakan semua titah-Nya dan mengabdi kepada-Nya.

2.    Tidak melanggar janji yang sudah diucapkan,baik dengan sesama atau dengan Allah.

3.    Melanjutkan apa saja yang harus dilanjutkan sesuai ketetapan Allah, seperti silaturahmi,             konsisten dalam iman dan ibadah.

4.    Takut tapi juga penuh pengagungan dan segan terhadap Tuhan Yang memelihara mereka.

5.    Takut akan hisab (perhitungan amal) di akhirat.

6.    Mereka yang bersabar dalam semua urusan baik berupa ibadah atau lainnya semata-mata         karena mencari ridha Allah.

7.    Melaksanakan shalat.

8.    Berinfak dari sebagian harta yang Allah berikan kepada mereka, baik terang terangan atau         sembunyi-sembunyi. Baik infak wajib maupun sunnah.

9.     Membalas keburukan dengan kebaikan.

Sebagai kalam-Nya, Allah senang jika  Al-Qur'an dibaca. Sebagai pesan-Nya, Allah senang jika kandungan Al-Qur'an diperhatikan dan diamalkan.  dengan itu niscaya Allah akan menyenangkan Anda dengan cara Allah sendiri. Baik berupa materi atau nonmateri, baik di Dunia maupun di akhirat, baik sekarang atau waktu mendatang.

    Bagaimana karakter Ulul Albab?

  • Berilmu dan memiliki kesungguhan dalam mengembangkannya
  • Istiqomah dalam penegakan sikap ilmiah serta konsisten dalam penerapannya.
  • Memiliki visi keseimbangan antara pikir dan zikir
  • Mampu melalukan pendekatan Integral transdisipliner
  • Memiliki  etos dinamis dan berkarakter pengabdi
  • Bertakwa
  • Berwatak kenabian
  • Berakhlak mulia
  • Bersikap wasthiyyah, memiliki wawasan kebangsaan
  • Bervisi pengembangan peradaban dan selalu bahagia.
Sudahkah kitamenjadi seorang Ulul Albab?
    Pernahkah merasa heran mengapa ada orang-orang cerdas namun tidak mengakui keberadaan Tuhan? atau orang-orang cerdas namun tidak memeluk agama islam? Bukankah semestinya kecerdasan mereka menunjukkan dirinya pada hidayah atau petunjuk Allah?
    Nyatanya tidak demikian, cerdas saja tidak cukup, dibutuhkan level yang lebih tinggi dari sekedar cerdas untuk mencapai pengakuan akan kebesaran Allah serta tundukan pada Sang Pencipta. Level ini biasanya disebut sebagai "Ulul Albab"

    Apa kriteria seseorang bisa dimasukkan dalam golongan Ulul Albab?

  •     Seorang Ulul Albab akan senantiasa merenungi hikmah penciptaan alam semesta. sebagaimana firman Allah " Ulul Albab yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri  atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka." (QS. Ali Imran: 191)
    Oleh sebab itu, jika kita ingin menjadi seorang yang disebut Ulul Albab, pergunakanlah waktu dan akal kita untuk memahami hikmah penciptaan denia ini. jangan sekedar menikmatinya tanpa berpikir.
  • Seorang Ulul Albab akan mendengarkan perkataan dengan seksama, kemudian mengikuti yang terbaik
  • Seseorang Ulul Albab juga bisa dipastikan memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. yakni memenuhi janji dan tidak merusak amanah, menghubungkan silaturahmi, sabar, memberi sebagian rezeki pada orang yang membutuhkan, serta mampu membalas kejahatan dengan kebaikan.
  • Orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagaian rezeki yang kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan, orang-orang itulah yang mendapatkan tempat kesudahan (yang baik). (QS.Ar Ra'd 19-22)
  • Seorang Ulul Albab ia bukan hanya orang yang cerdas secara intelektual, namun juga pandai mengelola emosi, dan memiliki kecerdasan spritual dengan bertaqwa pada Allah serta banyak melakukan ibadah amal shaleh.
    Pertanyaan terpenting selanjutnya adalah, sudahkah kita masuk dalam golongan Ulul Albab yang telah Allah sebutkan Ciri-cirnya tersebut? Semoga Allah memapukan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang mau berpikir.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masih dengan Rasa yang Sama

Malam yang selalu menjadi Kenangan

Rasa Takut Untuk Melepaskan