Postingan

Gambar
  Refleksi Pemilu dan Pengaruhnya Untuk Masa Depan Bangsa Pemilihan adalah proses formal memilih seseorang untuk jabatan pemerintahan publik dan menerima atau menolak proposisi politik melalui pemungutan suara ”(Wikipedia). Tepatnya Pada Tanggal 14 Februari 2024 besok kita akan melaksanakan pemilihan umum atau Pemilu untuk menentukan Presiden & Wakil Presiden, DPR-RI, DPD-RI, DPR RI dan DPR-D Kabupaten Kota, Ada 5 hak pilih kita yang akan kita atau rakyat indonesia tentukan. Sedikit Refleksi Tentang pemilu : masa depan bangsa kita dalam kurun waktu 5 tahu   kedepan berada di tangan kita semua, tangan rakyat indonesia dari mulai Ekseskutif dan Legislatif. Semua Kebijakan dan Ketentuan adiministratif tentang kedaulatan negara dipegang oleh eksekutif atau pemimpin tertinggi negara yaitu Presdien Wakil dan Jajaran Kabinetnya, Sementara Legislatif yaitu meliputi DPR, DPD & MPR tidak kalah pentingnya, mereka memiliki tugas sebagai perumus peraturan atau menentu...

Ingat Tujuan dalam Bermimpi

Gambar
      Kenyataan hari ini adalah  mimpi kemarin, mimpi hari ini adalah kenyatan esok hari. Kemarin adalah masa lalu, hari ini adalah kenyataan, dan esok adalah masa depan. Karena dari mimpi akan mewujudkan kenyataan yang sebebnarnya. Bermimpi sebelum menjadi pengusha, bermimpi sebelum menjadi pengacara hebat, bermimpi sebelum menjadi penulis terkenal.     Jangan takut untuk bercita-cita, janganlah membayangkan kengerian dari akibat memiliki cit-cita. Janganlah mundur dulu sebelum anda berangan-angan tentang apa yang anda inginkan dalam hidup anda. Cita-cita membuktikan bahwa anda mempunyai misi. Bahwa anda terobsesi untuk mewujudkan visi anda. Belum juga anda memanjat pohon, tapi anda sudah berpikir bahwa anda akan jatuh. Buang jauh-jauh pikiran tersebut. Tak perlu ragu dan takut untuk bercita-cita.     Banyak orang yang tidak berani memiliki cita-cita karena ia takut untuk mencapainya. Ia tidak mau memikirkan apa keinginanya karena di awal rasa kh...

Rasa Takut Untuk Melepaskan

Gambar
     Bertahan pada apa yang kamu inginkan terjadi seperti caramu, sama artinya kamu bertahan pada ketakutan bahwa segala sesuatunya tidak akan berubah seperti itu. kamu harus melepaskan ekspektasi atau keinginan dan belajar menerima serta memercayai diri sendiri, serta kenyataan yang terjadi saat ini.      Setelah itu, berhentilah mencoba memiliki kendali atas orang lain dan atas kehidupan secara umum. Kita terkadang menjadi korban ilusi bahwa kita memiliki kendali, tetapi sebenarnya tidak begitu. Lepaskan dan terimalah bahwa kita tidak bisa mengendalikan orang lain atau sebagian besar apa yang terjadi di sekitar kita.      Semuanya tidak kekal, dan fakta ini cukup menakutkan. Memikirkannya menimbulkan ketakutan dalam diri kita. Jadi, ketika kita dihadapkan dengan perubahan, ketidak kekalan, dan kehilangan, kita merespons dengan menafikan semua itu. Kita tetap berusaha untuk mendapatkan atau menggunakan kendali atas berbagai hal. Padahal mene...

Masih dengan Rasa yang Sama

 Ketika rasa itu masih ada di kamu... Ketika waktu itu masih ada di kamu... Ketika aku masih yakin kamu akan kembali... Ketika hati masih setia untuk menunggumu...     Ini perihal kenyamanan yang aku temui di Kamu...     Iya KAMU...     aku belum pernah menemukannya di orang lain selain kamu     Kenyaman yang begitu nyata yang aku rasakan, bahkan untuk menggantinya dengan orang lain aku tidak mampu. Semuanya terjadi begitu saja. Kamu seperti rumah untuk diri ini yang sangat menantikan kedatangan rumah itu. Kamu seperti Hujan yang selalu aku rindukan. Kamu seperti udara yang selalu aku butuhkan. Kamu seperti tempat yang selalu ingin aku datangi. Ini hanya perihal menunggumu atau perihal aku yang harus berdamai dengan diri ini. Akupun tidak tahu entah sampai kapan rasa ini masih untukmu, Namun yang aku tahu aku belum menemukan seseorang yang bisa memberikan kenyaman yang nyata sepertimu. _Ms

Tulus, is't a simple

 Kadang ketika kita terlalu mengikuti apa kata hati, selalu bertentangan dengan pikiran kita sendiri yang selalu meyakinkan diri sendiri, kadang lupa untuk menggunakan logikanya.... kadang terlalu memikirkan kebahgian orang lain, namun lupa akan kebagian diri sendiri gak melulu kita yang harus mengikuti apa maunya orang lain gak melulu kita terus yang harus mewujudkan ekspetasi orang lain Kita, juga punya hati, yang kadang perlu untuk di hargai, dimengerti Kesalahan terbesarnya orang tulus adalah, dia berpura-pura terlihat bahagia melakukan apa saja untuk orang yang benar-benar dicintai, walaupun sebenarnya dia tidak baik-baik saja dengan apa yang telah ia lakukan.... Jangan pernah lelah menjadi orang Tulus.... Jangan pernah menyesal mempunyai hati yang Tulus.... Karena akan ada saatnya ketulusanmu berlabuh di hati yang bisa menghargai ke-Tulusanmu itu..... _Ms

Turunin Ekspektasi-Nya

 Jika memang prosesnya seperti ini aku bisa apa? kadang untuk selalu merasa baik-baik saja ternyata sangat sulit, dengan berbagai drama yang ada saat ini sepertinya tidak cukup hanya barusaha terlihat baik-baik saja. Keinginan untuk tidak bermain drama dengan hubungan adalah awal dari proses sebelum menjalani hubungan namun kita juga tidak bisa mengontrol sesuatu dari orang lain.... Kita bisa memilih dengan siapa rasa kita ditetepkan, namun kita tidak bisa memaksa seseorang itu dapat memiliki rasa yang sama dengan kita.... Kecewa, sedih itu sudah pasti.... Tapi... mau sampai kapan? Dia aja bisa tampa kamu, dia aja bisa tanpa kabar dari kamu, jadi apa alasan kamu untuk tetap memikirkan dia? kamu hanya perlu menurunkan ekspektasi kamu terhadapanya. Ini bukan tentang bagaimana dia, tapi ini tentang bagaimana kamu sendiri....... Ikuti saja proses penyembuhannya ini hanya soal waktu........ Mungkin juga ini proses kedewasaan yang perlu kamu lewati........

Berjuang aja dulu

 Kadang yang berat itu bukan bagimana caranya kita untuk memulai Tapi... Bagaimana cara kita untuk mengendalikan isi kepala kita sendiri Banyak pertimbangan yang sering kita dapatkan diisi kepala kita sendiri Harus mulai dari mana ya? Mampu gak ya? Nantik hasilnya sesuai gak ya? Kadang sebenarnya yang bikin kita enggan beranjak dari zona nyaman yang kita rasa, yaudah kali iya disini aja, begini aja, sudah sejauh ini alhamdulillah. Kadang kita melihat pencapain orang lain ko bisa ya padahal apa yang gue kerjain selama ini udah mati-matian, gue udh korban tenaga, waktu bahkan uang tapi ko pencapain gue gini-gini aja iya salahnya dimana ya gue kurang berjuang yang gimana? Sebeneranya ak ada yang salah dari apa yang dilakukan bahkan perjuang lu sendiri itu sudah luar biasa Tapi... yang mebedakan lu sama dia hanya pola pikirnya Lu gak pernah bisa ngerasa puas dengan apa yang sudah lu capai Lu gak pernah ngasih apresiasi terhadap diri lu sendiri BELUM SELESAI SIR...